Features

Mobil bekas memang banyak diminati, namun untuk membeli Anda harus lebih berhati-hati memilih. Pasalnya, setelah bencana banjir melanda beberapa pekan lalu membuat mobil-mobil bekas terendam banjir ini mulai dipasarkan pemiliknya.
"Namanya, mobil yang sudah pernah terendam banjir pasti akan ada masalah pada waktunya nanti, apakah korslet, atau masalah lainnya, meski sudah diperbaiki," jelas Halomoan Fischer Lumbantoruan, General Manager Mobil88 di Jakarta, Kamis (26/2/2015).
Para oknum pebisnis mobkas, jelas Fischer biasanya membeli kendaraan ini dengan murah kemudian melepasnya dengan harga normal. Padahal, biasanya kalau mobil sudah terendam air sampai ke atap harus diperbaiki semuanya. Idealnya, setia panel harus diganti dengan baru, sementara proses penggantian dengan perakitan di pabrik dipastikan berbeda kualitasnya.
"Ketika konsumen sudah membeli dan merasa tertipu, biasanya ketika mau diminta tanggung jawab, penjual (mobkas) semula mengaku merasa ditipu juga. Makanya, harus benar-benar hati-hati memilih mobkas sekarang ini," beber Fischer, demikian dikutip lewat laman otomotif.kompas.com.
Pada banjir yang melanda Ibukota, beberapa pekan lalu, banyak melanda di beberapa lokasi, seperti Kelapa Gading, Sunter, Pluit, terutama di area Jakarta Utara. Para oknum pebisnis mobkas ini lantas tidak langsung menjual produk ini ke daerah sama.
"Justru kebanyakan mobkas-mobkas ini akan dipasarkan di Jakarta Selatan, mereka sudah pintar juga," tukas Fischer.
Features

Dari data yang dikumpulkan Korlantas Polri sepanjang 2014, kecelakaan yang terjadi karena faktor infrastruktur memang tak sebesar kasus lalai. Hanya 5 persen dari 95.000-an kecelakaan atau 5.290 kejadian disebabkan karena faktor jalan.
Saat jumlah itu diteliti lagi, faktor jalan rusak dan berlubang ternyata cukup mendominasi. Artinya, kondisi jalan di Indonesia tak begitu ramah bagi pengendara. Cerita soal tambal sulam jalan pasca musim penghujan dan korban yang ditimbulkan seakan datang dan pergi dengan mudahnya.
Dari 5.290 kecelakaan karena faktor jalan, kontribusi paling tinggi adalah karena jalan berlubang, yakni 951 kejadian atau 18 persen. Kedua, karena jalan rusak, yakni 538 kejadian atau 10 persen. Jalan rusak di sini bisa berarti karena struktur aspal yang kurang baik.
Jika ditotal, jalan rusak dan berlubang menyumbang 18 persen dari kecelakaan karena jalan. Soal ini, Kakorlantas Polri Irjen Pol Condro Kirono sudah pernah menyatakan bahwa pihaknya selalu melakukan survei dan pendataan akan ruas-ruas jalan yang rusak dari laporan seluruh Polda di Indonesia.
Data yang diperoleh itu kemudian diteruskan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga untuk ditindaklanjuti sebagai masukan demi dilakukannya perbaikan jalan, meski dinas terkait sudah punya agenda survei dan perbaikan sendiri.
Bersikap waspada dan hati-hari karena jalan rusak dan berlubang dirasa menjadi langkah jitu untuk mencegah kecelakaan.
Features

Viar Motor Indonesia (VMI) atau PT Triangle Motorindo yang memproduksi sepeda motor merek Viar, memperingati ulang tahun yang ke-15, Minggu (22/2/2015), di Semarang. Selain meluncurkan model Cross X 250 SE, VMI juga mengadakan trail adventure untuk penggemar sepeda motor trail.
Di sela-sela agenda itu, VMI mengajak jurnalis dari berbagai daerah untuk mengunjungi pabrik perakitan di kawasan industri Bukit Semarang Baru (BSB). Dari area 20 hektar yang terbentang, 11 hektar dimanfaatkan untuk fasilitas produksi, demikian dilansir Kompas.com.
Area tersebut sudah sangat besar, cukup untuk dipakai merakit maksimal 8.000 sepeda motor per bulan. Meski demikian, produksi yang dilakukan tidak sampai jumlah itu karena alasan permintaan.
"Kami punya 3 line produksi, namun hanya dipakai 2 line saat ini. Kalau semakin banyak permintaan, line ke-3 siap digunakan," kata Heru Sugiantoro, Manajer R&D VMI saat mendampingi jurnalis keliling pabrik.
Produksi yang rutin dilakukan saat ini adalah sepeda motor roda tiga sebagai tulang punggung penjualan selama ini. Sisanya, dipakai merakit berganti-gantian model. Saat ini sedang dikebut buat memenuhi permintaan Viar Cross X 250 SE.
Total produksi yang dilakukan saat ini mencapai 5.000 unit dalam sebulan, terdiri dari 3.000-an sepeda motor roda tiga, dan 2.000-an kendaraan roda dua.
Memang jika dibandingkan dengan korporasi besar macam Honda dan Yamaha, ritme pabrik ini tak terlalu kencang. Meski demikian, hal ini menjadi salah satu kelebihan untuk mengerjakan setiap detail perakitan dengan lebih teliti.
Menurut Heru, memang masih ada beberapa sepeda motor yang mengalami masalah dalam final inspection. Namun jumlahnya tak sampai 10 persen.
"Kami memiliki banyak waktu untuk memperbaiki komponen yang bermasalah. Bahkan di perakitan engine, kami mengecek semua instrumen dengan alat khusus," tegas Heru.
Selain line produksi, di dalam pabrik juga tersedia area pembuatan sasis sepeda motor roda tiga, pengecatan, perakitan mesin, hingga pusat suku cadang.